Air Sahabat Kehidupan, Ayo Selamatkan Citarum

Air Sahabat Kehidupan, Ayo Selamatkan Citarum

Siapa yang mampu hidup tanpa air lebih dari 48 jam ? Kita dapat berpuasa, tanpa makanan selama sekian hari berturut-turut. Tetapi tanpa air ? Bukankah lebih dari 80% bagian dari badan kita terdiri dari air, yang mutlak diperlukan untuk memacu peredaran darah dan denyut jantung sehingga kita dapat bernafas dan beraktifitas.

Darimana kita memperoleh air ? Mata air, Kolam, Danau, Sungai, Laut ? Ya, sekitar 2/3 permukaan bumi di mana kita hidup terdiri dari air dan lautan. Ada perputaran di mana air laut, akibat temperatur dari sinar matahari yang sampai ke permukaan laut, menguap. Uap air naik ke atas menjadi awan, awan menjadi hujan. Lantas hujan yang jatuh ke bumi sebagian terserap tanah dan humus yang kemudian turun menjadi mata air, dan mengalir ke sungai, danau terus kembali ke laut . Itulah perputaran air, yang disebut siklus. Seharusnya volume air yang diuapkan dengan yang mengalir dan tersimpan kedalam tanah adalah sama dan karenanya mustahil kita mengalami kekurangan air apabila siklus tadi terjaga.

sungai citarum,citarum tercemar,

Terbayang oleh kita, bagaimana jadinya jika di alam ini tidak ada air? Dengan pasti kehidupan ini tidak akan ada. Tidak ada manusia, tidak ada tumbuh-tumbuhan, tidak ada hewan dan tidak ada alam ini.

Untuk itulah kita bersama-sama mencoba mencari upaya memelihara sumber air yang sudah ada di lingkungan kita agar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Caranya?

Menghemat penggunaan air, tidak menebang pohon sembarangan, melakukan upaya penghijauan serta kegiatan lainnya.

Bagaimana dengan Sungai Citarum? Sungai yang mengalir dari hulunya di Gunung Wayang, Majalaya-Kabupaten Bandung, melewati setidaknya 7 Kabupaten. Terus mengalir ke Laut Jawa sepanjang lebih dari 300 km.

Ada puluhan juta jiwa manusia yang kehidupannya bergantung kepada air Citarum. Ada orang bertani yang menggunakan air Sungai Citarum. Waduk Jatiluhur di Purwakarta mengairi puluhan ribu hektar sawah di Purwakarta dan Karawang yang menjadi Lumbung Padi-nya Jawa Barat.

Waduk yang sama juga menjadi sumber air baku untuk air bersih di Jakarta. Belum lagi Sumber Tenaga Listrik Saguling dan Cirata yang airnya dari aliran Citarum , membuat ratusan ribu rumah terang benderang disinari aliran listrik. Jadi, banyak sekali manfaat yang dinikmati kita dari aliran Sungai Citarum.

Sebagai kekayaan alam, anugrah Tuhan YME, lingkungan Sungai Citarum juga tentu menyimpan kekayaan anekaragam hayati-nya. Berapa banyak saudara kita yang masih bisa mengambil ikan di Citarum.

Sayang , pada saat yang sama, Citarum semakin menanggung beban pencemaran. Pertumbuhan begitu banyak industri menghasilkan banyak cairan limbah yang masih dialirkan ke Citarum. Orang yang bertani di bagian hulu sungai dan masih suka menggunakan insektisida atau pestisida sebenarnya menyumbang kepada pencemaran air sungai. Belum lagi limbah sehari-hari yang sebagian dari kita masih membuangnya ke Citarum. Tidakah beban sungai yang menjadi titipan Yang Maha Kuasa ini semakin berat dari hari ke hari?

Tentu jika kondisi ini dibiarkan begitu saja, cepat atau lambat Sungai Citarum takan kuasa lagi menanggung beban yang dipikulnya, meluapkan ‘kekesalannya’ sesuai cara yang ia mampu ekspresikan : banjir! Siapa pula yang menanggung curahan kemarahan Citarum kalau bukan kita-kita jua , terutama masyarakat yang kebetulan berada di kawasan rendah di sepanjang sungai yang kita cintai ini.

Nah, salah satu cara agar Sungai Citarum bersahabat dengan kita adalah dengan memulai melakukan sesuatu untuk meringankan bebannya, untuk kelestarian sungai dan sumber air kita. Menanam pohon pelindung sepanjang sempadan sungai bisa mengantar kita memperoleh kembali kesadaran dan kepedulian yang lama dirindukan sebuah sungai seperti Citarum. Berhemat air dari segala jenis kegiatan, serta kegiatan bijaklestari lainnya.

Air Sahabat Kehidupan, Ayo Selamatkan Citarum

A. Sumber pencemaran air terbanyak dari :

1. Limbah rumah tangga
Pemakain deterjen, minyak dapur, tinja, dan lain-lain.

2. Limbah cair industri
Bahan pencemar yang terkandung di dalam limbah cair industri meliputi bahan organik (lemak, oli, meinyak), anorganik (larutan yang mengandung logam, bahan beracun dan berbahaya (B3) dan limbah air bersuhu tinggi.

3. Kegiatan pertanian
Penggunaan pupuk yang tidak tepat dan pestisida.

B. Dampak Pencemaran Air
1. Manusia
Manusia menggunakan air untuk masak, minum, mandi, mencuci, dan lain-lain. Bila air tercemar maka kualitas air yang dikonsumsi manusia pun mengalami penurunan. Akibat yang akan dialami adalah penyebaran bibit penyakit.

2. Hewan dan tumbuhan
Bila air tercemar maka hewan dan tumbuhan yang ada di biota air akan terganggu. Limbah cair B3 yang masuk ke perairan akan terakumulasi dalam plankton, dan ini terus berlangsung mengikuti jaring-jaring makanan sampai tingkat tertinggi.

Budayakan Prinsip 5R

  1. Recycle (daur ulang); mengubah suatu bentuk menjadi bentuk lain tanpa merubah fisiknya. Misalnya, kertas bekas menjadi kertas daur ulang atau sisa makanan dijadikan kompos.
  2. Reuse (pemanfaatan kembali); memanfaatkan kembali sampah,seperti kertas bekas dijadikan bungkus, atau barang hiasan.
  3. Reduce (pengurangan); mengurangi yang dapat menambah limbah. Misalnya, ketika belanja membawa tas dari rumah. Sehingga limbah plastik bisa dikurangi.
  4. Recovery (pemanfaatan kandungan energi); misalnya minyak bekas dijadikan bahan bakar.
  5. Replant (penanam kembali); misalnya penanaman pohon.* Demikianlah cacatan kecil Hari Air Sedunia.

Aku Tahu !!
• 97% air yang ada di bumi berada di lautan
• Hanya 3 % dari air di bumi adalah air tawar
• Untuk membuat sebuah mobil diperlukan 39.090 gallon air
• Lebih dari 17 juta rumah menggunakan sumur pribadu untuk kebutuhan air minum
• Manusia bias hidup tanpa makanan selama sebulan, tetapi hanya seminggu tanpa air
 
Air dan Kesehatan (Penyakit Diare)
• Setiap hari penyakit ini menimbulkan 6.000 kematian, kebanyakan korban adalah anak-anak di bawah 5 thn
• Tahun 2001, sebanyak 1,96 juta manusia meninggal karena infeksi diare, 1,3 juta di antaranya anak-anak di bawah 5 thn
• Dengan perilaku sehat sederhana seperti kebiasaan mencuci tangan sebelum makan atau setelah buang air, kebanyakan penyakit yang mematikan ini dapat dihindari!!
dipesembahkan oleh : Drajat